Tadi, tanggal 27 Juli 2011 kira-kira pukul 11.00 WITA, Waktu ada acara OBMB (Orientasi Belajar Mahasiswa Baru) di kampus kita tercinta, FAKULTAS MIPA, UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO, seorang pemateri dalam kegiatan tersebut saya sebut namanya bapak Muhamad Yusuf, S.Si, M.Si menanyakan kepada seluruh calon mahasiswa baru. Kurang lebih pertanyaannya begini “

Interaksi yang paling lemah di alam semesta adalah gravitasi dan yang paling kuat adalah elektromagnetik. Dari Semua yang berada disini, ada yang tau tidak berapa tetapan gravitasi universal di alam semesta ini ????

Dari semua yang berada disitu ternyata tidak ada yang tahu. Yang mereka tau adalah tetapan gravitasi bumi yaitu 9,8 m/s^2. Padahal yang ditanyakan tetapan gravitasi universal. Sungguh malang nasib pendidikan di negara kita jika hanya tetapan gravitasi Universal saja kita sudah tidak tahu, apalagi menghitung yang lain-lain. celaka 15 namanya…. kata pemateri.

disini saya hanya mengingatkan bahwa tetapan tersebut adalah


Perbedaannya adalah konstanta gravitasi universal, G, adalah bernilai tetap pada 6.67 x 10^{-11} Nm^2/kg^2 . Sedang konstanta gravitasi bumi, g, adalah sebesar 9.8 m/s^2. Konstanta, g, ini dipengaruhi oleh massa dan jaraknya terhadap benda bermassa lain.

Perlu di ingat bahwa tetapan gravitasi universal (G) adalah bersifat tetap sama halnya seperti \pi. untuk tetapan gravitasi bumi (g) sifatnya hanya berlaku di bumi dan jika perhitungannya di bawa ke bulan, maka tidak dapat digunakan lagi.

Berikut sedikit penjelasan tentang gravitasi dari wikipedia…

Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Fisika modern mendeskripsikan gravitasi menggunakan Teori Relativitas Umum dari Einstein, namun hukum gravitasi universal Newton yang lebih sederhana merupakan hampiran yang cukup akurat dalam kebanyakan kasus.

Sebagai contoh, bumi yang memiliki massa yang sangat besar menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya, termasuk makhluk hidup, dan benda-benda yang ada di bumi. Gaya gravitasi ini juga menarik benda-benda yang ada di luar angkasa, seperti bulan, meteor, dan benda angkasa lainnya, termasuk satelit buatan manusia.

Beberapa teori yang belum dapat dibuktikan menyebutkan bahwa gaya gravitasi timbul karena adanya partikel gravitron dalam setiap atom.

Hukum Gravitasi Universal Newton

Hukum gravitasi universal Newton dirumuskan sebagai berikut:

Setiap massa titik menarik semua massa titik lainnya dengan gaya segaris dengan garis yang menghubungkan kedua titik. Besar gaya tersebut berbanding lurus dengan perkalian kedua massa tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa titik tersebut.

F=G \frac{m_1 m_2}{r^2}=m_1 g

Dimana :

F adalah besar dari gaya gravitasi antara kedua massa titik tersebut

G adalah konstanta gravitasi

m1 adalah besar massa titik pertama

m2 adalah besar massa titik kedua

r adalah jarak antara kedua massa titik, dan

g adalah percepatan gravitasi = G\frac{m_2}{r^2}

Dalam sistem Internasional, F diukur dalam newton (N), m1 dan m2 dalam kilograms (kg), r dalam meter (m), dsn konstanta G kira-kira sama dengan 6,67 × 10−11 N m2 kg−2.

Dari persamaan ini dapat diturunkan persamaan untuk menghitung Berat. Berat suatu benda adalah hasil kali massa benda tersebut dengan percepatan gravitasi bumi. Persamaan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: W = mg. W adalah gaya berat benda tersebut, m adalah massa dan g adalah percepatan gravitasi. Percepatan gravitasi ini berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain.

Bagaimana ??? mengerti atau bingung ????